Tidak Punya Sepeda, Pengantar Makanan Ini Pilih Jalan Kaki Kirim Pesanan

Tidak Punya Sepeda, Pengantar Makanan Ini Pilih Jalan Kaki Kirim Pesanan

Perkataan. com – Umumnya, pengantar makanan akan menggunakan sepeda, atau motor untuk mengantarkan order ke palanggan. Tapi, karena tidak mampu dan tidak punya roda, perempuan ini rela menjadi prakata makanan tapi dengan jalan menduduki.

Lakon itu dibagikan oleh seorang pengguna Instagram, @vimall22. Dalam postingannya, tempat berbagi cerita tentang pengalamannya dengan seorang pengantar makanan Foodpanda.

“Memesan makanan lantaran @foodpandamy dan menerima panggilan daripada pengemudi, Tapi (dia) tidak mengemudi, melainkan jalan kaki, “katanya di postingannya.

Vimall mengungkapkan betapa terbebani perasaannya ketika melihat petugas pengiriman mengambil minuman dari mesin penjual otomatis dan mengatakan bahwa dia haus.

Baca Juga: Dulu Tajir, Pilot Itu Sekarang Jadi Pengantar Makanan Gegara Virus Corona

Ilustrasi pengantar makanan. (Unsplash/Kai Pilger)
Sketsa pengantar makanan. (Unsplash/Kai Pilger)

Dilansir dari World of Buzz, Raveen Pathmanathan, dengan berusia 38 tahun, telah bergerak sebagai pengantar makanan selama bertambah dari 3 bulan sekarang jadi alat bantu jalan.

“Sudah menjadi tugas saya untuk menyelesaikan pekerjaan dengan ditugaskan kepada saya. Saya ialah seorang pejalan, ”dia memberitahu kami.

“Para pejalan kaki bisa memilih untuk menggunakan sepeda atau bahkan skuter juga. Tapi, saya tidak punya uang untuk membeli sepeda, ”tambahnya.

Raveen menjemput pekerjaan ini setelah dia di-PHK dari pekerjaan sebelumnya.

“Saya bekerja sebagai resepsionis di hotel bintang 5. Sayangnya, saya di-PHK. Jadi, kami harus melakukan sesuatu untuk berdiam hidup selama pandemi. Saya kemudian memutuskan untuk mencoba Foodpanda masa teman saya merekomendasikan, ”katanya.

Baca Juga: Efek Corona, Pilot Jet Menguntungkan Banting Setir Jadi Pengantar Makanan

Ketika ditanya tentang berapa tanda dia bekerja sebagai kurir, tempat berkata “7 sampai 8 jam dari Senin sampai Jumat. Kadang-kadang pada hari Sabtu juga. ”

About the author