Tak Selalu Menyenangkan, Simak 6 Kejadian yang Bisa Merusak Malam Perdana

Tak Selalu Menyenangkan, Simak 6 Kejadian yang Bisa Merusak Malam Perdana

–>

Pandangan. com – Suangi pertama bagi para pasangan agak-agak akan jadi momen yang mendebarkan. Tetapi bisa saja ada penuh hal yang terjadi dalam pikiran Anda atau bahkan pasangan, yang justru dapat merusak malam baru.

Pada setiap orang mungkin memiliki ekspektasi sendiri untuk aktivitas seksnya. Tetapi tidak berarti harus memaksakan emosi untuk dikuasai oleh ekspektasi tersebut. Dikutip dari Times of India, beserta kemungkinan yang bisa merusak suangi pertama Anda dengan pasangan.

1. Tumpuan yang tidak realistis

Terkadang, ekspektasi yang tidak realistis tentang syahwat justru berkembang dalam pikiran seseorang. Namun hal itu menghasilkan banyak kekecewaan saat melakukan seks malam pertama. Ekspektasi itu bisa saja terbentuk dari film atau organ. Sayangnya, membangun ekspektasi berdasarkan piawai seksual orang lain justru mampu merusak perjalanan seksual Anda.

2. Ragu dan merasa tidak tenang

Seks malam pertama selalu menegangkan karena ada rangkaian momen menyangsikan dan ketidakamanan tubuh yang mengintai dari waktu ke waktu. Seseorang selalu sadar akan diri itu sendiri, dan bukannya menikmati prosesnya, mereka hanya fokus untuk tampil rapi di hadapan pasangan.

3. Cemas

Ini adalah malam pertama berhubungan pasangan, sehingga wajar jika merasakan kecemasan. Tetapi cemas juga mampu merusak momen Anda bersama pasangan karena diri lebih khawatir dengan gaya seksual daripada menikmatinya.

4. Berpikir telah tahu segalanya mengenai seks

Setelah mempelajari beberapa situasi tentang seks dan posisi dengan ideal, tidak benar-benar membuat sapa pun menjadi ahli justru mampu membawa pada pengalaman seks yang tidak menyenangkan. Sementara beberapa orang terlalu percaya diri tentang wawasan mereka tentang seks, sementara di dalam prosesnya, mereka menyadari betapa alpa yang dilakukannya. Hal ini menyebabkan banyak sekali kekecewaan dan mengalami malu pada diri sendiri. Oleh sebab itu selalu disarankan untuk bersikap spontan.

About the author