pria-ini-relakan-lehernya-ditato-untuk-iklan-dibayar-sampai-rp190-juta-1

Pria Ini Relakan Lehernya Ditato untuk Iklan, Dibayar Datang Rp190 Juta

Suara. com – Zaman hendak membuat tato, kebanyakan orang akan memilih pola atau tulisan yang penting mendalam. Wajar, tato merupakan hal yang permanen dan tak mudah dihilangkan.

Walaupun begitu, lain halnya dengan pria asal Vladivostok, Rusia berikut ini. Pria bernama Egor Onopko tersebut menggasak perhatian setelah menjadikan lehernya tempat iklan.

Melansir Oddity Central, Egor mengizinkan individual atau pemilik bisnis yang tertarik buat menato nama aku itu di kulit lehernya.

Masa Egor pertama menawarkan pertolongan ini, banyak yang menyangsikan dirinya. Namun, Egor lantas mengunggah foto bahwa ia benar-benar menato tubuh secara nama akun para kliennya di leher.

Baca Juga: Pose Telanjang Depan, Tato Stefan William Bikin Salfok

Pria ini sendiri rela menjadi propaganda berjalan setelah terinspirasi kreator digital bernama Jan Stashkevich. Jan juga merupakan orang pertama yang membeli tempat iklan di leher Egor.

Selain itu, Jan Stashkevich juga menyarankan Egor supaya mencari 9 klien asing. Total, ada 9 nama yang lantas ditato di leher pria Rusia ini.

Dibayar Langka, Pria Ini Gunakan Leher Jadi Tempat Iklan Langgeng (instagram. com/onokonda)

Lewat aksinya itu, Egor Onopko juga dibayar mahal. Ia berhasil men uang sebesar 1 juta ruble atau sekitar Rp191 juta.

Selain Jan Stashkevich, tempat iklan di leher Egor dibeli oleh para pebisnis & influencer asal Rusia, Ukraina, dan Belarus. Masing-masing konsumen membayar 100 ribu ruble atau setara Rp19 juta.

Lantaran dibuat dengan tato di atas kulit, propaganda di atas leher Egor ini tentu bersifat langgeng. Egor juga menandatangani kontrak dengan para kliennya.

Baca Juga: Viral Sasaran Ini Muncul di Sinetron Kerajaan, Publik Auto Ngelus Dada

Lewat kontrak tersebut, Egor berjanji bahwa tato di lehernya akan bertahan seumur hidup. Ia juga tidak boleh menghapus atau menutupinya dengan rajah lain.

Egor sendiri sesungguhnya bukan orang pertama dengan rela menggunakan tubuhnya jadi papan iklan berjalan. Biar begitu, ia adalah orang pertama yang mau mencantumkan nama akun Instagram kliennya alih-alih hanya logo semata.

About the author