Itu yang Terjadi pada Tubuh Masa Terlalu Sering Berhubungan Intim

Itu yang Terjadi pada Tubuh Masa Terlalu Sering Berhubungan Intim

–>

Suara. com – Ini yang Terjadi di dalam Tubuh Bila Terlalu Sering Mengenai Intim

Semua tentu sepakat kalau berhubungan seks merupakan salah kepala kebutuhan dari manusia. Tapi seperti banyak hal, terlalu banyak ataupun sering berhubungan seks juga ternyata membawa dampak sendiri bagi tubuh.

Dilansir daripada Daily Star, Dr Maria Fernanda Peraza Godoy mengklaim terlalu penuh berhubungan seks bisa menjadi urusan. Ahli urologi, ahli pengobatan erotis dan salah satu pendiri Healthy Pleasure Collective, mengatakan, bahwa pribadi sangat kompleks.

Ilustrasi hubungan intim. (Shutterstock)
Ilustrasi hubungan intim. (Shutterstock)

“Jika kurangnya atau terlalu banyak seks menyebabkan tekanan persisten & pribadi, maka itu akan menjadi masalah. ”

Dr Maria Fernanda melanjutkan, bahwa kesadaran akan kesehatan erotis sendiri sebetulnya bukan hanya kata soal kuantitas. Artinya seorang mampu melakukan hubungan intim yang tempat inginkan selama tidak mengganggu dirinya dan pasanganhya.

Oleh karena itu penting untuk memahami seberapa banyak tubuh bisa melakukan hubungan intim dari biasanya.

“Jika Anda melakukan banyak syahwat dan Anda senang dengan ini maka manfaatnya sangat banyak. Selain itu, Anda meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda, ini membantu berfungsinya jantung Anda dan mencegah keburukan, ” terangnya.

Tapi meski itu semua menyenangkan dan permainan pada awalnya, bagi wanita itu bisa menjadikan banyak gangguan. Menurutnya, bagi wanita banyak aktivitas seksual dapat membuahkan iritasi pada area vagina, serta jenis masalah lain seperti infeksi.

“Juga, begitu iritasi muncul kamu harus berhenti berhubungan seks sehingga kondisinya tidak bertambah buruk. Jenis iritasi pada vagina ini juga bisa timbul karena kekurangan lubrikasi, oleh sebab itu Anda harus selalu mencoba memakai pelumas berkualitas tinggi. Sehingga, penting untuk kembali menilai seberapa jauh batasan cukup dalam berhubungan syahwat, ” urai Dr Maria Fernanda panjang lebar.

About the author