Hawa Mendesah Saat Hubungan Badan, Benarkah Tanda Keenakan?

Hawa Mendesah Saat Hubungan Badan, Benarkah Tanda Keenakan?

–>

Suara. com – Perempuan Mendesah Saat Hubungan Badan, Benarkah Tanda Keenakan?

Banyak pasangan seringkali mendesah, mengerang bahkan berteriak zaman tengah menikmati hubungan seksual.

Beberapa menganggap bahwa mendesah merupakan tanda kenikmatan dari hubungan seksual.

Sementara yang lainnya menyebut bahwa hal itu berkecukupan membuat pasangan semakin terangsang.

Tapi, barang apa sebenarnya alasan dari orang mengeluarkan desahan saat terngah berhubungan seksual?

Ilustrasi perempuan mendesah zaman hubungan badan. (Sumber: Shutterstock)

“Mengeluarkan suara adalah cara alami, seringkali otomatis buat menghilangkan frustrasi yang terpendam, ” kata Jill McDevitt Ph. D. residen seksolog di CalExotics. Begitu seperti dilansir dari Shape.

Pada dasarnya, kadang-kadang orang mendesah karena dasar menimati hubungan seksual itu.

Kemungkinan asing, bahwa mendesah merupakan cara berkomunikasi saat berhubungan seks.

“Ini sebenarnya metode komunikasi. Mendesah memungkinkan Anda untuk memandu pasangan Anda ke ajaran yang benar tanpa menggunakan kata-kata – ini adalah cara lain untuk mengatakan ‘oh ya, bertambah dari itu! ‘”

Di sisi asing, penelitian menunjukkan bahwa kadang-kadang desahan saat berhubungan badan bukan tentang menyampaikan kesenangan seksual sendiri, tetapi mengenai memuaskan pasangan.

Sebagai contoh, sebuah studi kecil 2010 tentang pasangan heteroseksual yang diterbitkan dalam jurnal Archives of Sexual Behavior menemukan bahwa desahan wanita yang paling keras berlaku sebelum klimaks pasangan pria mereka.

Para-para peneliti mengatakan ini menunjukkan kalau setidaknya beberapa wanita mengerang “palsu” untuk membantu klimaks pasangannya.

Apakah itu buruk? Dalam beberapa kasus, ya. Lebih dari dua pertiga wanita dalam penelitian ini melaporkan desahan palsu, karena mereka merasa tidak nyaman atau bosan dengan syahwat.

Dibanding berkomunikasi dengan pasangan mereka tentang cara seks yang lebih elegan mereka mencoba membuat seks “berjalan lebih cepat. ”

Sementara itu, desahan palsu saat berhubungan seks tidak selalu merupakan hal yang buruk, menurut McDevitt.

“Melakukan hal-hal yang memproduksi pasangan Anda merasa baik mampu membuat Anda merasa baik pula, ” katanya.

Artinya, jika erangan buatan membawa kesenangan pasangan Anda dan itu memberi Anda kesenangan, tersebut tidak selalu sama dengan membaktikan diri.

About the author