Curhat Guru Hingga Orangtua: Tak Siap Antar Anak ke Sekolah Zaman Pandemi

Curhat Guru Hingga Orangtua: Tak Siap Antar Anak ke Sekolah Zaman Pandemi

–>

Suara. com awut-awutan Tahun ajaran baru  2020/2021 akan dimulai pada 13 Juli 2020 mendatang. Sementara itu Indonesia masih memerangi virus SARS CoV 2 penyebab sakit Covid-19, sedangkan temuan kasus masih terpantau terus naik.

Di sisi lain pada beberapa daerah pemerintah bersiap membuka beberapa sekolah di zona hijau. Rita Amaliani, Kepala Sekolah Early Step Kebagusan Academy Director SD Bangun Mandiri, Kebagusan Jakarta Selatan memang mangaku siap maupun tak siap akan kembali membuka sekolahnya dengan pengetatan praktik protokol kesehatan.

Rita (Kepala Sekolah), (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Rita (Kepala Sekolah), (Suara. com/Dini Afrianti Efendi)

“Jika memang sekolah harus mulai kegiatan tatap muka, tentunya semua sekolah harus siap melayani protokol kesehatan yang ketat, ” papar Rita kepada suara. com beberapa waktu lalu.

Sedangkan sebagai wali Ajeng Annastasia mengaku tidak siap mengirimkan anaknya untuk bersekolah TK dengan tatap muka, sehingga mengurungkan niatnya mendaftarkan sang anak,   karena virus yang masih merajalela di luar rumah.

“Anak usia TK 4 hingga 6 tahun, sepertinya masih susah banget untuk dikasih tahu kalau dia harus terbuka jarak, pakai masker, harus waspada nggak sembarangan pegang muka, hidung dan mulut kayaknya nggak jadi melepas anak ketemu langsung pas temannya di sekolah, ” membuka Ajeng.

Sulitnya Protokol Kesehatan di SD dan TK

Rita jadi orang yang bertugas di madrasah mengaku penerapan protokol kesehatan buat anak TK dan SD dasar sulit, tapi kata Rita itu bisa jadi cara untuk mengajarkan kebiasaan baik kepada anak-anak buat bisa hidup di masa pandemi. Selanjutnya ia berharap ini bakal jadi gaya hidup anak untuk tetap menjaga kebersihan, terhindar sebab penularan virus.

“Harus dilakukan walaupun merepotkan walaupun dengan kebiasaan-kebiasaan, guru harus mampu melakukan pengewasan dalam kegiatan di sekolah sesuai protokol, anak maupun guru dilakukan pembiasaan dengan jalan dan lancar, sehingga tidak mau menyusahkan karena sudah menjadi habbit, ” ungkapnya.

Ajeng (Orangtua). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Ajeng (Orangtua). (Suara. com/Dini Afrianti Efendi)

Kekhawatiran Ajeng memang dirasa wajar mengingat di madrasah SD dan TK khususnya masih kerap menggunakan fasilitas bermain dan belajar bersama-sama, sehingga belum dipastikan kebersihannya.  

About the author