Bukan Harbolnas, Tanggal Cantik 11

Bukan Harbolnas, Tanggal Cantik 11. 11 Ternyata Hari Jomblo, Ini Sejarahnya!

Suara. com kepala Momentum promo 11. 11 biasanya digunakan untuk membeli produk-produk incaran yang dijual dengan potongan harga besar.

Tapi di China, tanggal cantik 11. 11 ataupun 11 November juga dikenal sebagai Single Day atau Hari Jomblo yang jatuh bertepatan dengan ajang belanja online 24 jam terbesar di dunia.

Pada 2019 lalu, sebanyak 1, 9 miliar produk dipesan & dikirim di hari yang setara, dan di 2020 kali itu karena pandemi Covid-19, diprediksi rekor belanja online akan melampaui angka tahun sebelumnya.

“Kami mengantisipasi pembatasan internasional (karena pandemi), yang sedang berlangsung akan menyebabkan perubahan pola honorarium, berati konsumen China akan mengambil barang mewah secara online, ” ujar Michael Norris, Periset Pasar Agency China, mengutip BBC, Rabu (11/11/2020).

Baca Selalu: HITS: Daftar Promo 11. 11 Harbolnas yang Membuat Miskin Mendadak

Sejarah Single Day China
Hari jomblo di China ini disebut-sebut berkembang sebagai respon dari perayaan Valentine yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang telah berpasangan.

Pada 1990-an, empat mahasiswa lelaki Universitas Nanjing membahas bagaimana agar tidak menjalani keseharian sebagai lajang serta monoton, yaitu dengan belanja online.

Dari sana kemudian perayaan ini berkembang di masyarakat Tiongkok dan berkah internet dan media sosial, perjamuan ini menyebar ke seluruh negeri.

Masyarakat China tidak hanya berbelanja online pada dalam negeri tapi juga sebab luar negeri.

Setelahnya perayaan ini digunakan perusahaan e-commerce raksasa Alibaba dalam 2009, yang mengubah 11. 11 bukan hanya sebagai perayaan para jomblo, tapi memanjakan semua orang untuk menikmati hari belanja online terbesar di dunia.

Baca Juga: Harbolnas: Deretan Promo 11. 11 dan Diskon Paling Menarik Ada pada Sini!

Selain dirayakan dengan cara belanja online, hari jomblo itu justru kerap diisi dengan berbagai kegiatan yang sama sekali tidak berhubungan dengan lajang.

About the author