bikin-manikur-terinspirasi-denim-wanita-ini-malah-diejek-punya-kuku-kotor-1

Bikin Manikur Terinspirasi Denim, Perempuan Ini Malah Diejek Punya Kuku Kotor

Suara. com – Selain merawat kesehatan kuku tangan, manikur juga dapat mempercantik penampilan kuku. Meski begitu, hasil manikur wanita itu malah panen ejekan lantaran warganet.

Melansir The Sun , seorang ahli kecantikan bernama Catherine Snowling menjadi viral setelah hasil manikur miliknya diunggah ulang ke Facebook.

Catherine menjadi viral karena pernah melakukan manikur yang terinspirasi warna denim. Saat itu, ia mengecat kukunya dengan warna transparan dan menambahkan warna denim di ujungnya.

Meski sejenis, hasil desain manikur itu ternyata berbuah kritikan. Kurang warganet menganggap kuku Catherine malah terlihat kotor.

Baca Selalu: Sungkeman Bisa Uang Segepok, Bongkar Amplop THR Totalnya Rp 12 Juta

Tak hanya itu, ada pula yang menyebut jika kuku Catherine terlihat seperti ada kotoran yang tersangkut di bawahnya.

Viral Manikur Terinspirasi Denim, Malah Diejek Terlihat Kotor (instagram. com/catherines__beauty)

“Ini seperti ‘aku main di taman seharian & lupa membersihkan kuku’. Apa-apaan ini? Tidak, aku bertambah suka warna pink serta putih. ”

“Bayangkan membayar untuk corak manikur ini. Aku bisa mendapatkannya dengan gratis secara bekerja sebagai buruh, ” tambah warganet lain.

Semenjak menjadi viral, Catherine awalnya mengaku sakit hati tahu kritikan warganet.

“Aku menemukan banyak orang yang membencinya, tapi ada juga banyak orang yang mendukung serta menyukai desain ini, karena mereka tahu dari mana ideku berasal, ” curhat Catherine.

Baca Juga: Miris Banget, Viral Emak-emak Memaki Kurir karena Barang COD Tak Sesuai

“Aku tidak paham kenapa mereka membenci karyaku. Masa orang-orang menulis komentar ini, rasanya aku tidak mau mengunggah apa-apa lagi. ”

Untunglah, Catherine kini tak lagi peduli dengan komentar buruk yang ada. Walaupun menerima banyak ejekan, perempuan ini memutuskan tidak menanggapinya secara personal.

“Semakin penuh komen yang aku dapat, itu tidak lagi terasa personal. ”

“Aku cuma tertawa membaca (komentar-komentar itu) sekarang, ” tandasnya.

About the author