Berhenti Jualan Bakso, Lelaki di Bojonegoro Sukses Jadi Perajin Layangan

Berhenti Jualan Bakso, Lelaki di Bojonegoro Sukses Jadi Perajin Layangan

Suara.com – Pandemi virus Corona Covid-19 membuat seorang lelaki asal Bojonegoro berganti profesi dari penjual bakso menjadi perajin layangna.

Dilansir Suarajatim.id, Choirul Umam, warga Desa Temu, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, sehari-harinya merupakan penjual bakso.

Pemuda berusia 23 tahun ini mengaku sebelum Covid-19 mewabah sudah biasa mangkal di depan sekolahan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Desanya.

“Kalau pagi jualan di depan Madrasah Ibtidaiyah. Kalau sore jualan di depan TPQ (taman pendidikan Al-Qur’an). Dari jualan pentol (bakso) saya memperoleh untung Rp 70 ribu sampai Rp 100 ribu,” jelasnya.

Tetapi semenjak Covid-19 kegiatan belajar mengajar diganti dari rumah mulai 5 April 2020, lantas jualannya sepi dan membuat dia kemudian berhenti.

“Sejak kegiatan belajar diganti dari rumah, saya sudah berhenti berjualan pentol (bakso),” ujarnya.

Hilangnya sebuah pekerjaan, bukan berarti penghasilannya bakal hilang. Malahan, keadaan itu membuatnya berfikir lebih kreatif lagi.

Agar tetap memperoleh income, Umam beralih menjadi perajin layang-layang.

“Bahkan penghasilan saya dua kali lipat lebih banyak ketimbang jualan (pentol/bakso),” terangnya.

Setiap harinya, Umam mempersiapkan bambu sebagai bahan layangan atau wau. Bambu tersebut dia belah menjadi beberapa bagian bilahan.

About the author