Baik dan Langka, Sindrom Mata Ningrat Bersinar Suku Buton Jadi Pancaran

Baik dan Langka, Sindrom Mata Ningrat Bersinar Suku Buton Jadi Pancaran

–>

Suara. com – Kebanyakan orang Indonesia memiliki kulit sawo matang hingga coklat dan bermata hitam. Sedangkan serampangan biru di Indonesia adalah tinjauan yang langka, kecuali mereka secara darah campuran bangsa eropa.

Tapi suatu pemandangan unik anggota suku Buton, asli Indonesia memiliki mata ningrat yang langka, yang ternyata ialah Sindrom Waardenburg.

Sindrom ini mempengaruhi 1 dibanding 42. 000 orang, ditandai dengan sedikit gangguan pendengaran dan defisiensi pigmentasi yang menjadikan mata biru cerah, atau tetap sebelah lupa berwarna hitam dan coklat.  

Sindrom ini disebabkan oleh mutasi sebab beberapa gen yang mempengaruhi sel-sel kista saat masih tahap kemajuan embrio.

Waardenburg Syndrome di dalam anak di Kendari, Sulawesi Tenggara. (Dok: Instagram/geo. rock888)

Efek visual dari sindrom waardenburg ini sangat mengesankan, karena mata biru bersinar sangat kurang ditemukan.

Hal ini terlihat dari buatan jepretan Ahli Geologi dan Fotografer amatir Korchnoi Pasaribu, mengutip Odditycentral, Sabtu (3/10/2020).

Pulau Buton terletak di pulau Sulawesi, tempat tinggal suku Buton asli, di mana kira-kira anggotanya menderita sindrom waardenburg secara ciri kedua atau salah satunya bermata biru cerah.

Korchnoi Pasaribu sendiri mengunjungi Pulau Buton beberapa bulan awut-awutan, dan mengabadikan foto penduduk sah di sana yang menampilkan gegabah biru menakjubkan milik mereka di akun instagramnya @geo. rock888.

Sejak itu pemandangan mata indah anggota suku pulau Buton viral, menjadi perkara utama media besar, dan dibagikan secara masif di media baik.

About the author