Ada Pikachu Babak Belur, Kompilasi Kue Gagal Ini Bikin Warganet Terpingkal

Ada Pikachu Babak Belur, Kompilasi Kue Gagal Ini Bikin Warganet Terpingkal

Perkataan. com – Ekspektasi memang sering tak seindah realita. Hal ini juga berlaku di masakan. Banyak orang yang berekspektasi melihat bentuk makanan yang mengecewakan, namun yang terjadi justru sebaliknya. Seperti deretan foto kue kandas berikut ini.  

Sebuah akun jejaring baik Twitter @ FFOODFESS meminta warganet untuk menyampaikan tampilan masakan gagal yang mampu membuat tertawa.

Pada cuitan ini, pengunggah mencantumkan foto kue Elsa, karakter hidup Frozen, yang bentuknya cukup menyeramkan.

Benar saja, cuitan tersebut banyak memiliki respon dari warganet. Banyak sekali foto kue ‘gagal’ yang dikirimkan dan foto-foto tersebut sukses melaksanakan orang terbahak-bahak.

Menyuarakan Juga: Minta Nomor Resi ke Penjual, Tingkah Warganet Ini Bikin Ngakak

Cuitan itu kemudian sukses mendapat lebih lantaran seribu likes dan 117 retweet. Berikut kumpulan foto kue gagal tak sesuai ekspektasi yang telah dirangkum Pandangan. com dalam Kamis (11/19/2020).

1. Pikachu dengan menggemaskan, kok bentuknya jadi fragmen belur?

Pikachu babak belur (Twitter @diaryclownn)
Pikachu ronde belur (Twitter @diaryclownn)

2. Kue wujud Elsa dalam film Frozen tersebut lagi-lagi tak terlihat mirip dengan aslinya. Bagaimana menurutmu?

Elsa dengan bentuk tak terduga (Twitter @blinkblank00)
Elsa dengan bentuk tak terduga (Twitter @blinkblank00)

3. Ariel Putri Duyung dengan anggun bentuknya jadi begini. Rambutnya sama-sama merah, sih.

Bentuk Princess Ariel yang gagal (Twitter @RocketPopSorbet)
Bentuk Princess Ariel yang gagal (Twitter @RocketPopSorbet)

4. Kreatif banget! Kuenya bagus, tapi kok wajah Elsa berubah jadi lokal ya?

Baca Juga: Ditikung Sahabat, Warganet Itu Ingin Menuntut balas Pakai Cara Tidak Terduga

Elsa Berwajah Lokal (Twitter @pritaafiani)
Elsa Berwajah Lokal (Twitter @pritaafiani)

5. Harusnya kue ulang tahun berbentuk unicorn terang menggemaskan. Tapi hasilnya malah bikin bengek begini, duh!

About the author